Featured

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRY 4.0 BAGI PARIWISATA

Revolusi industri 4.0 merupakan lanjutan dari revolusi industri sebelumnya dimna konsep revolusi industri 4.0 pertama kali di gunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman pada tahun 2011 dimana revolusi industry 4.0 berbasis digital yang mengubah cara kerja manusia menjadi serba otomatis/digitalis melalui inovasi-inovasi yang baru. Dimana revolusi industry 4.0 juga harus di landasi dengan revolusi mental dimana dalam para digma dimna perubahan struktur mental terbangun atas 3 hal yaitu cara berfikir, meyakini, dan cara bersikap serta revolusi industri 4.0 harus diimbangi dengan sistem pendidikan dan peningkatan diri melalui pelatihan. sehingga terciptanya sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkompetisi didunia kerja yang digital.

Image result for arief yahya

Menurut mentri pariwisata yakini bapak Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya sesuai dengan informasi yang Kompas.com terima, Jumat (22/3/2019). Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM  kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya.

Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Orang lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar Menpar. Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo sedang fokus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2019 ini pun diharapkan menjadi tahun pembangunan SDM Indonesia. Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sektor pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar. Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata. sehingga diharapkan dengan Evolusi industry 4.0 akan membuka lapangan pekerjaan baru di sektor pariwisata sehingga diharapkan akan mengurangi angka pengaguran dan meningkatkan kesejahteran masyarakat ikut mempromosikan/memajukan daerah yang masih tertinggal dengan mengajak kaula milenial ikut mempromosikan daya tarik wisata yang belum dikenal melalui media sosial

seperti facebook, twitter, instagram, maupun dengan mengunggah vidio vlog di situs youtube, tak hanya kaula millenial. Organisasi-organisasi pun harus dilibatkan dalam mempromosikan daya tarik seperti Genpi atau generasi pesona indonesia.

dalam pelibatan untuk mempromosikan daerah yang tertingal sehingga kegiatan industri pariwisata merata di seluruh daerah indonesia agar kehidupan masyarak menjadi lebih sejahtera. selain Kemenpar pun saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam sebuah grand strategy. Kuncinya terletak pada pembenahan sumber daya manusia, sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini adalah fokus pada SDM. Rakornas Pariwisata I Tahun 2019 diselenggarakan dengan tujuan penguatan SDM pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0 ini mengusung tema besar Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 Transforming Tourism Human Resources to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era. Acara yang diikuti 500 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, industri pariwisata, pemerintah, komunitas, dan media ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senior Manager Deloitte Samrat Bosye, Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo, Head of ICT Center of Education Kemendikbud Gogot Suharwoto, serta sejumlah CEO startup digital seperti Bukalapak.com dan Traveloka.com.Suasana rakornas pun dirancang dengan nuansa digital, terdapat stand-stand digital di era industri 4.0 seperti game virtualadventure virtual dan sejenisnya. Sebagai penutup Menpar Arief Yahya berpesan kepada para peserta, “Ingat, digital itu bukan kebutuhan tetapi keniscayaan.

JENIS USAHA YANG DIBUAT DAN STRATEGI

Image result for USAHA

Pariwisata saat ini merupakan salah satu sektor pemasok devisa no.2 tertinggi di indonesia haal ini disebabkan kara arus globalisasi yang dimana semua has serba instan, digital dan cepat sehingga hal ini yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan asing ke indonesia untuk berlibur ke indonesia sehinga banya investor tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Jika berpeluang membuka usaha di bidang pariwisata saya memilih untuk mendirikan travel agent.

Image result for agen travel

Pengertian travel agent adalah suatu perusahaan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan suatu perjalanan bagi orang-orang yang merencanakan untuk mengadakannya.

pengertian travel agent

Definisi lain agen travel adalah suatu perusahaan yang menyelenggarakan, merencanakan dan mengurus segala sesuatu mengenai perjalanan, pengadaan penginapan, dan hiburan bagi para wisata atau orang-orang yang mengadakan perjalanan.

Dari dua pengertian agen travel di atas, dapat diperoleh 3 ciri travel agent, yaitu:

  1. Merencanakan suatu perjalanan.
  2. Mengurus dan menyelenggaran perjalanan.
  3. Memperoleh pendapatan dari orang yang menggunakan jasanya.

Bisnis travel agent atau biro perjalanan ini merupakan bisnis perantara yang awalnya menghubungkan konsumen (wisatawan) dengan produsen obyek wisata. travel agen memiliki peluang yang bagus karana pada era globalisasi dan digital ini wisatawan dengan mudah mengetahui destinasi yang menarik untuk di jelajahi sehinga banyak orang ingin berpergian untuk berwisata sehingga otomatis wisatawan akan mencari travel agen untuk membeli paket liburan sehingga menurut saya usaha travel sanggat menguntungkan untuk saat ini.

Dalam melakoni usaha travel agent untuk mendapatkan hasil yang optimal di perlukan strategi yang sangat mantang untuk mencapai hasil/target yang telah ditentukan sebelumnya beberapa setrategi tersebut sperti melakukan promosi memberikan potongan harga, atau bekerja sama denga situs-situs online seperti: traveloka, agoda, pegipegi.com dan masih banyak lagi.

Image result for travel agent

serta untuk jasa yang di tawarkan oleh agen travelsendiri seperti:

Jasa yang ditawarkan oleh travel agent antara lain:

  1. Memberikan informasi tentang fasilitas transportasi, obyek wisata, hotel, akomodasi serta informasi-informasi lainnya yang diperlukan.
  2. Membuat rencana, memperhitungkan biaya perjalanan dan mengadakan reservation/pemesanan segala fasilitas perjalanan.
  3. Menyelenggarakan penjualan paket perjalanan seperti tour, trip, sightseeing.

Adapun infotmasi yang dijual meliputi bidang-bidang sebagai berikut:

  1. penerbangan udara internasional
  2. penerbangan udara domestik
  3. melalui jalur laut
  4. Kapal pesiar (cruises)
  5. informasi Hotel-hotel dalam dan luar negeri
  6. keberangkatan kereta api
  7. keberangkatan bus

Informasi ini haruslah informasi yang terbaru, karena akan memudahkan seseorang menyambung perjalanan dari saranan transportasi yang satu ke alat transportasi lain, atau dari satu kota ke kota lainnya. usaha ini sangat berpotensial menghasilakan keuntungan yang sangat banyak dan tidak terlalu beresiko mengalami kebangkrutan apa bila kita memberikan pelayana yang baik bagi para pengguna jasa travel kita

BALI SEBAGAI DESTINASI SIAP BERSAING DI ERA GLOBAL

Bali merupakan suatu pulau yang berda di antara pulau jawa dan pulau lombok serta Bali memiliki pulau-pulau kecil yang berpontesial menjadi destinasi favorit wisatawan baik itu wisatawan lokal maupum wisatawan asing yang akan membuat bali semakin di kenal oleh masyarakat luar takhanya keindahan alamnya bali juga terkenal akan kebudayaan nya yang sudah mendunia sehingga kunjungan wisatawan ke Bali akan semakin bertambah sehingga akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat bali. Dengan kondisi bali saat ini bali masih belum siap menghadapi persaingan global di karenakan di bali sendiri masih terdapat beberapa masalah seperti masalah sampah yang ada di setiap daya tarik maupun di luar daerah daya tarik hal ini disebabkan karena masyaraka belum mengerti tentang pentingnya pariwisata sehingga masalah tersebut dan tindak.

kriminal yang terjadi belakangan ini seperti penjambretan wisatawan asing yang terjadi belakangan ini sehingga membuat wisatawan merasa cemas ketika berpergian sehingga mempengaruhi niat wisatawan untuk berkuntung ke bali dan berpengaruh bagi jumlah kunjungan wisatawan ke bali serta hal ini juga berdampak nama bali juga akan menjadi jelek di kancah internasional. Namun blakangan pemerintah sudah mulai serius membangun pariwisata bali agar bisa bersaing secara global dimna pemerintah gencar melakukan promosi dengancara mengadakan event baik itu event nasional maupun internasional yang diadakan setiap tahun oleh pemerintah bali sehingga diharapkan dapat menyebabkan keinginan wisatawan untuk berkunjung semakin besar baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing dan di harapkan juga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke bali . selain peran pemerintah kaula milenial juga berperan dalam ketersiapan bali dalam menghadapi persaingan pariwisata secara global meskipun terjadinya persaingan secara global namun pemerintah tetap menjaga ke aslian budaya lokal masyarak bali serta pemrintah

Image result for I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH

ebijakan pusat menggarap sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia yang dikenal dengan ikon ‘Bali Baru’ mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Meski secara umum kebijakan itu bukanlah bermaksud untuk menyaingi Pulau Dewata sebagai koridor utama pariwisata Indonesia, namun setidaknya Bali mesti menyikapi hal ini secara serius.  Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH dalam press releasenya. Dewa Mahendra menerangkan, Pastika ingin sektor pariwisata Bali tetap eksis dan secara ekonomis mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait dengan harapan tersebut, dalam berbagai kesempatan Pastika selalu mengingatkan agar pelaku pariwisata lebih aware terhadap perubahan situasi sehingga dapat mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi makin ketatnya persaingan. Jika tidak peka, dia khawatir suatu ketika Bali akan tertinggal. Menyikapi situasi ini, Pastika pun tak tinggal diam dan telah mengambil sejumlah langkah dan kebijakan strategis. Beberapa waktu yang lalu, Pastika menggelar simakrama yang diformat dalam acara sarasehan bertajuk pariwisata. Sejumlah praktisi dan pelaku pariwisata yang hadir memberi pandangan mereka terkait upaya untuk menghadapi persaingan. Mereka sepakat bahwa Bali harus tetap konsiten dan lebih serius menggarap quality tourism agar mampu memenangkan persaingan. “Bicara soal quality tourism, sejatinya hal tersebut telah menjadi pemikiran Gubernur Pastika sejak awal pelaksanaan program Bali Mandara yang saat ini telah memasuki Jilid II, tahun ke-9,” katanya. Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) merupakan sebuah program yang secara tidak langsung berkaitan dengan upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Sebab, selain sebagai upaya penguatan sektor pertanian, program ini juga bertujuan mewujudkan Bali sebagai pulau organik. Dalam pandangan Pastika, bila hal ini dapat diwujudkan, secara otomatis nilai jual dan citra Bali akan terangkat dengan sendirinya. Dampak positif lainnya, Bali akan lebih banyak didatangi wisatawan berkualitas dan berduit. Lebih dari itu, dilaksanakan pula program Bali Green Province yang bertujuan mewujudkan Bali sebagai pulau bersih dan hijau. hal ini menyebabkan meningkatnya kunjungan

Sejalan dengan itu, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata terus berupaya melakukan berbagai terobosan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra,SH.MH yang ditemui baru-baru ini menyebut jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2010, wisman yang datang sebanyak 2.493.058, selanjutnya pada tahun 2011 dan 2012 meningkat menjadi 2.756.579 dan 2.892.019. Jumlah tersebut kian meningkat pada tiga tahun berikutnya.  Bali kedatangan 3.278.598 wisatawan pada tahun 2013 dan bertambah menjadi 3.766.638 wisman di tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015 dan 2016, wisman yang datang ke Pulau Dewata dalam kurun waktu dua tahun terakhir mencapai 4,001 juta dan 4,92 juta orang wisatawan.  “Dengan kata lain, pada tahun 2016 kunjungan wisman mengalami peningkatan 23,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya. Bila melihat data tersebut, sejauh ini, Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai belahan dunia. Namun ada kecenderungan lain yang perlu dicermati pelaku pariwisata yaitu rata-rata length of stay (lama tinggal). Menyitir data yang disajikan Kementerian Pariwisata RI, length of stay wisman di Pulau Dewata tercatat rata-rata masih berkisar 10,8 hari. “Perhitungannya didasarkan pada waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk Bali,” terangnya.  Namun jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut kalau lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini rata-rata hanya mencapai 3-4 hari, ada selisih dengan length of stay yang dicatat oleh kementerian pariwisata. Sejumlah asumsi berkembang terkait dengan adanya selisih data tersebut antara lain yang menyebut kalau sebagian wisatawan memanfaatkan waktu untuk berwisata ke daerah tetangga Bali seperti Lombok dan sekitarnya. “Atau bisa jadi mereka menginap di villa dalam sisa liburannya di Bali. Ini yang masih kita dalami,” dia menambahkan.

Dinas Pariwisata telah menempuh sejumlah langkah untuk mempertahankan daya tarik Bali. Langkah tersebut antara lain memperbanyak event pariwisata. Tahun ini, sedikitnya dilaksanakan 62 event untuk mendongkrak pesona pariwisata Bali. Selain itu, Pemprov juga terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi pariwisata.  “Upaya ini kita tempuh melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis bagi pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW),” ujarnya.  Sejalan dengan itu, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata terus berupaya melakukan berbagai terobosan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra,SH.MH yang ditemui baru-baru ini menyebut jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2010, wisman yang datang sebanyak 2.493.058, selanjutnya pada tahun 2011 dan 2012 meningkat menjadi 2.756.579 dan 2.892.019. Jumlah tersebut kian meningkat pada tiga tahun berikutnya.  Bali kedatangan 3.278.598 wisatawan pada tahun 2013 dan bertambah menjadi 3.766.638 wisman di tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015 dan 2016, wisman yang datang ke Pulau Dewata dalam kurun waktu dua tahun terakhir mencapai 4,001 juta dan 4,92 juta orang wisatawan.  “Dengan kata lain, pada tahun 2018 kunjungan wisman mengalami peningkatan 23,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya. Bila melihat data tersebut, sejauh ini, Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai belahan dunia. Namun ada kecenderungan lain yang perlu dicermati pelaku pariwisata yaitu rata-rata length of stay (lama tinggal). Menyitir data yang disajikan Kementerian Pariwisata RI, length of stay wisman di Pulau Dewata tercatat rata-rata masih berkisar 10,8 hari. “Perhitungannya didasarkan pada waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk Bali,” terangnya.  Namun jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut kalau lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini rata-rata hanya mencapai 3-4 hari, ada selisih dengan length of stay yang dicatat oleh kementerian pariwisata. Sejumlah asumsi berkembang terkait dengan adanya selisih data tersebut antara lain yang menyebut kalau sebagian wisatawan memanfaatkan waktu untuk berwisata ke daerah tetangga Bali seperti Lombok dan sekitarnya. “Atau bisa jadi mereka menginap di villa dalam sisa liburannya di Bali. Ini yang masih kita dalami,” dia menambahkan. sehingga dapat dilahat bahat parawisata bli saat ini sudah siap untuk bersaing secara global dan mampu mencapai target kunjungan wisatawn ke bali baik itu wisatawan lokal mau pun manca negara namun Di sisi lain, negara negara tetangga kita juga memacu perkembangan kepariwisataannya sedemikian rupa sehingga memicu persaingan yang sangat ketat. sehingga perlu di lakukan pembenahan pariwisata di bal 

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started